Kelola Stres Hindarkan Stroke

•March 31, 2009 • Leave a Comment

stressJAKARTA – Stres bukan hal sepele, kondisi mental tak stabil itu memberikan dampak yang beranekan macam. Salah satu dampak yang cukup mengerikan yaitu stroke. Beban kerja yang tinggi, masalah keuangan, tekanan hidup yang berat, atau keinginan yang tidak tercapai tanpa disadari bisa menyebabkan efek jangka panjang pada fisik dan mental. Spesialis Bedah Syaraf dari RS Mayapada Tanggerang, dr Syafrizal Abubakar SpBS mengatakan stres menjadi pemicu kuat terjadinya stres. “Stres menyumbang hingga 20% penyebab stroke,” ungkapnya saat seminar stroke di RS Mayapada Tanggerang. Perasaan stres dijelaskan Syafrizal kerap menimbulkan banyak penyakit, salah satunya darah tinggi dan stroke. Stres yang tak terkendali akan memicu naiknya tekanan darah dan berisiko terkena serangan jantung. Stres dapat pula menaikkan kadar kolesterol dalam darah. “Kondisi ini yang nantinya membuat pembuluh darah tersumbat, sehingga penderita rentan terhadap stroke,” katanya. Stres memang kondisi yang sulit dihindari. Namun dengan mengelola stres dengan baik maka resiko terkena stroke dapat berkurang. Penelitian terbaru Universitas Cambridge, Inggris, yang dipublikasikan dalam Journal Stroke, menunjukkan orang yang mampu mengelola stres yang dideritanya, mengurangi resiko stroke sebesar 24 persen. Kesimpulan tersebut dihasilkan para peneliti setelah mengikuti riwayat kesehatan 20.000 orang selama tujuh tahun. Mengelola stres dengan baik tidak hanya memperkecil resiko terkena stroke tapi juga membuat seseorang memiliki gaya hidup lebih sehat, misalnya menghindari alkohol, rokok, dan rajin berolah raga. Gaya hidup sehat tersebut yang menjauhkan tubuh terserang penyakit berbahaya termasuk stroke. Tidak sulit mengelola stres dengan baik jika seseorang menyadari datangnya stres lebih awal. Dan setiap orang memiliki kemampuan untuk mengelola stres dengan baik, misalnya relaksasi. Merawat tubuh salah satu cara untuk mengusir stres. Cobalah berendam di air hangat untuk mengendurkan otot-otot tubuh yang kaku, melakukan pijatan untuk memperlancar aliran darah. Selain memanjakan diri, olah raga juga dapat membuat tubuh terhindar dari stroke. Biasakan setiap hari Anda melakukan olah raga ringan seperti joging, jalan kaki atau aerobik. Dengan berolah raga tubuh akan terasa bugar dan pikiran pun menjadi lebih positif. Sehingga segala beban hidup dapat dihadapi dengan baik dan bijaksana. Bergaya hidup sehat merupakan kunci utama agar tubuh dan jiwa tidak stres. Dengan menghindari makanan yang tidak sehat seperti junk food dan makanan yang mengandung MSG, plus tidur cukup sangat membantu Anda untuk terhindar dari stres dan tentunya stroke./cr1/itz

sumber: www.republika.co.id

Bergeraklah agar Sehat dan Bugar

•March 16, 2009 • Leave a Comment

PENYAKIT tidak menular atau penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan sebagainya, menurut penelitian sejumlah pusat kerja sama (collaborating center) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1999, merupakan penyebab 60 persen kematian dan 43 persen beban penyakit global. Tahun 2020 diperkirakan penyakit tidak menular menjadi penyebab 73 persen kematian dan 60 persen beban penyakit global.

“Penyebab utama penyakit tidak menular adalah kurang gerak, merokok, dan pola makan salah. Karena itu tema Hari Kesehatan Sedunia ke-54 tanggal 7 April tahun 2002 adalah “Move for Health”. Melakukan aktivitas di samping pembatasan rokok dan mengubah pola makan merupakan kunci hidup sehat,” ujar Kepala Perwakilan WHO di Indonesia Dr George Petersen dalam jumpa pers, Senin (1/4) lalu. Di Indonesia tema itu diterjemahkan sebagai “Bergerak agar Sehat dan Bugar”.
Menurut panduan WHO yang dimaksud bergerak tidak hanya kegiatan olahraga, melainkan juga pekerjaan rumah tangga, jalan kaki, naik tangga, berdansa dan sebagainya. WHO menyarankan setiap orang bergerak 30 menit per hari. Bisa olahraga atau gabungan olahraga dengan kegiatan lain. Misalnya, joging 10 menit, mengepel lantai 10 menit dan berkebun 10 menit.

Dimanja teknologi
Menurut Menteri Kesehatan Achmad Sujudi, Indonesia menghadapi beban ganda. Penyakit infeksi menular masih dominan, sementara penyakit kardiovaskular telah menjadi penyebab utama kematian.
Hal itu dipicu oleh kemajuan teknologi seperti adanya remote control, lift yang memanjakan sehingga orang tidak perlu banyak bergerak. Padahal bergerak membuat otot meregang dan berkerut, membuat aliran darah lancar, jantung lebih kuat serta memperbaiki keseimbangan dan koordinasi sistem saraf. Oksigen dan zat makanan yang dibutuhkan tubuh bisa terdistribusi dengan baik. Sebaliknya sisa metabolisme dapat segera diangkut ke organ pembuangan untuk diproses sehingga tidak menumpuk dan menimbulkan penyakit.
“Bergerak agar sehat perlu menjadi gerakan masyarakat. Keterbatasan ruang dan waktu bagi penduduk perkotaan tidak perlu jadi alasan. Bergerak bisa dilakukan misalnya memilih naik tangga daripada lift, parkir atau turun dari bus beberapa meter dari kantor. Hari libur atau Minggu digunakan untuk berolahraga di lapangan terbuka, sekitar Monas atau Senayan,” saran Menkes.
Direktur Olahraga Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional dr Dwi Hatmisari Amabarrukmi menambahkan, Depdiknas mengembangkan berbagai modifikasi olahraga untuk ruang terbatas, misalnya senam, sehingga orang tetap bisa berolahraga. Selain itu anak sekolah didorong untuk mengikuti ekstrakurikuler olahraga.
Menurut Sekretaris Program Studi Kedokteran Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Kurnia Robby SpKO, semakin muda seseorang berhenti melakukan kegiatan fisik, semakin cepat terjadi penurunan komponen tubuh.
Joseano Waas dari Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI) mengusulkan agar media elektronik setiap pagi menayangkan santapan jasmani berupa senam yang bisa diikuti oleh masyarakat.

Buat rencana
Olahraga teratur dapat melindungi tubuh dari kelebihan lemak darah, diabetes, kegemukan, hipertensi, osteoporosis, kanker kolorektal, kanker payudara, penyakit jantung koroner dan stroke. Aktivitas fisik juga meningkatkan fungsi psikologis, rasa percaya diri serta mengurangi stres.

Untuk memulai, Anda bisa membuat rencana latihan fisik. Pilih kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan fisik 30 menit per hari itu tidak perlu dilakukan sekaligus. Bisa diselang-seling dengan kegiatan lain.
Detak jantung merupakan alat ukur yang terbaik dari kebugaran jantung serta kemampuan jantung, paru dan sirkulasi darah untuk mencukupi kebutuhan oksigen tubuh selama kegiatan fisik.

Menjaga detak jantung sesuai dengan zona target selama dan setelah kegiatan fisik merupakan cara terbaik untuk memantau kebugaran tubuh. Cara mengukur detak jantung adalah menghitung denyut nadi di leher dengan jari telunjuk dan jari tengah selama 15 detik (lihat jarum detik jam tangan Anda). Kemudian jumlah denyut nadi dikalikan empat untuk mendapat detak jantung dalam satu menit. Bandingkan dengan daftar zona target detak jantung sesuai usia.

Jika sesuai dengan zona target detak jantung, artinya Anda berolahraga dalam kadar yang cukup. Jika lebih tinggi dari zona target, berjalan-jalanlah perlahan selama beberapa menit sampai detak jantung kembali di zona target.

Jika Anda mengidap gangguan jantung, hipertensi, nyeri dada, pusing, kehilangan kesadaran, masalah tulang dan sendi, asma, sesak napas atau hamil, sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebelum berolahraga. (atk)

Sumber:
Kompas, Kamis, 04 April 2002
http://www.kompas.com/health/news/0204/04/073320.htm

Hello world!

•March 16, 2009 • 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.